WISNU YOGA NUSANTARA

AJARAN WISHNU adalah ajaran mengenal sang pencipta 25.000 SM” dan berasal dari NUSANTARA

Yaitu AJARAN WISHNU

Ajaran WISHNU adalah ajaran untuk mengenal sang pencipta ,ajaran ini disebarkan oleh AKHYTIREMA ( di tataran Jawi di kenal dengan Angling Darma,Akitirem,Wali Jangkung).
WISHNU singkatan dari
WASKITA
IRAADA
SATYA
HAMBAALA
NAA RITHA
UMADITHA
masing masing penjelasannya ada di Poto yang di lampirkan.

WASKITA adalah kewaspadaan yang wajib dimiliki oleh setiap LEMURIAN. Melihat sesuatu secara sadar dan dengan pertimbangan yang jauh dari untung dan rugi. Tidak dipermainkan oleh pikiran yang selalu mereka-reka dan ingin untung sendiri. WASKITA adalah sebuah prinsip dimana kita mewaspadai nafsu – nafsu yang ada di dalam diri kita. Bagaimana membuat nafsu tersebut secara cerdas membuat semua hal yang buruk tentang diri kita menjadi indah dan terlihat baik, dalam artian kita selalu membuat pembenaran-pembenaran terhadap kesalahan yang kita buat. WASKITA ini berlaku ke dalam diri kita dan juga keluar diri kita. Kewaspadaan ini adalah kewaspadaan universal. WASKITA akan membuat nafsu menjadi alat untuk kemajuan, bukan nafsu menjadi alat untuk mencari kesenangan dimana kita selalu ingin mencari enaknya sendiri. WASKITA disimbolkan dengan bersedekap, dimana tangan kanan di dada dan tangan kiri di perut dengan dada tegak.

IRAADA adalah sebuah ajaran kembali kepada Sang Pencipta. Segala sesuatu tidak pernah kita miliki secara pribadi. Semua yang datang dari Sang Pencipta akan kembali kepada Sang Pencipta. Semua yang “dimiliki” manusia hanyalah ujian. Lambang IRAADA disimbolkan dengan posisi membungkuk dengan memegang lutut. Itu tandanya bahwa Sang Penciptalah yang menjadi dasar acuan hidup kita dan kita benar-benar mengembalikan urusan akhir kepada Sang Pencipta.

SATYA adalah dimana kita konsisten pada satu jalan, yaitu jalan Sang Pencipta. Posisi SATYA, tangan disamping badan berdiri tegak. Itu dimaksudkan kita benar-benar tidak akan melenceng dari jalan Sang Pencipta dan kita tidak akan berpindah kepada ajaran yang menyesatkan.

HAMBAALA adalah penyerahan total kepada Sang Pencipta tanpa syarat. HAMBAALA dilambangkan dengan posisi sujud tetapi tangan lurus ke depan. Itu adalah simbol kepasrahan yang sangat total. Tidak ada lagi ketakutan, tidak ada lagi kekhawatiran, tidak ada lagi tawar menawar dalam memasrahkan diri kepada Sang Pencipta. Sang Pencipta selalu memberikan yang terbaik untuk makhluknya, yang belum tentu sesuai dengan apa yang mereka mau. HAMBAALA bersikap dengan menaruh kepala kita serendah mungkin di hadapan Sang Pencipta. Makna dari ini adalah kita benar-benar akan menerima dengan penuh kerendahan hati. Kita adalah makhluk yang Sang Pencipta atur. Tidak aka nada protes. Tidak akan ada pertanyaan yang bersifat mempertanyakan. Benar-benar kepasrahan total kepada Sang Pencipta sehingga kita mampu melihat segala sesuatu itu wajar apa adanya. Tidak pernah ada keinginan yang dipaksakan atau memaksakan, sehingga keadaan akan sesuai dengan apa yang kita mau. Kita akan selalu berpikir rendah hati.

NAARITHA dilambangkan dengan sikap dimana kita akan dihadapkan pada suatu keadaan bersimpuh di hadapan Sang Pencipta. Itu adalah simbol dimana kita akan dimintai pertanggung jawaban kepada Sang Maha Kuasa dan kita akan dihadapkan kepada pengadilan yang seadil-adilnya. Tidak ada hakim yang Maha Adil selain Sang Pencipta

UMADITHA adalah sikap menerima dari semua keputusan Sang Pencipta tanpa protes. Jadi, semua keputusan akhir, apapun yang kita lakukan kembali lagi kepada Sang Pencipta, baik di dunia maupun setelah meninggalkan dunia.